•  1
    Inspirasi

    Jenis Perasaan Cemas Ini Mampu Merusak Hubunganmu

      RuangCERITA      1        0        Laporkan

    Kecemasan dalam suatu hubungan mungkin adalah sesuatu yang kamu alami, tetapi kemungkinan besar, kamu tidak tahu banyak tentang itu. Ini adalah jenis perasaan cemas yang menghalangi seseorang memiliki ikatan yang sehat dan memuaskan dengan orang lain.

    Jika kamu menderita perasaan cemas dalam hubungan, penting untuk menyadari hal itu. Tanpa kesadaran diri, kamu akan gagal berkomitmen pada seseorang dan hubungan kamu akan berumur pendek.

    Dalam artikel ini, kita akan melihat alasan mengapa perasaan cemas dalam hubungan terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya. Sudah menjadi tanggung jawab kamu untuk mengatasi kecemasanmu sendiri untuk memastikan bahwa kamu tidak keliru mengambil langkah dengan membangun hubungan yang berlandaskan pada emosi negatif seperti rasa takut.

    Apa itu kecemasan hubungan

    Jika seorang orang tua tidak memberi cinta dan perhatian yang dibutuhkan pada anak-anak mereka sewaktu kecil, maka anak-anak tersebut mungkin tumbuh menjadi karakter yang sering tidak merasa aman.

    Terlebih lagi, jika kedua orang tua itu berurusan dengan masalah emosi negatif mereka sendiri dan tidak dapat memenuhi kebutuhan (kasih sayang) kepada anak-anak mereka, anak-anak ini mengambil keyakinan salah bahwa mereka tidak layak mendapatkan cinta, dukungan, dan perhatian.

    Selain merasa tidak layak dan tidak merasa aman di lingkungan keluarga, mereka mungkin juga berusaha dengan mempercayai orang di luar sana. Mereka tumbuh berharap orang lain menyakiti mereka atau melanggar batasan mereka seperti orang tua mereka sendiri.

    Jika orang-orang ini menghindari konflik dan menjauhkan diri dari orang yang mereka cintai ketika mereka harus berkeluh kesah, mereka mungkin merasa cemas dalam hubungannya.

    Penyebab kecemasan hubungan

    Kecemasan ini memanifestasikan diri melalui perilaku ikatan. Menurut Lisa Firestone, Ph.D, ada 4 jenis perilaku ikatan.

    Mengetahui beberapa hal tentang masing-masing ciri ikatan mungkin bisa menjelaskan ketakutan dan fobia hubungan kamu. Berikut ini adalah matriks ciri ikatan yang diilustrasikan oleh Riskology:

    Kita urai masing-masing ciri tersebut secara terperinci:

    Secure atau si aman

    Mereka yang memiliki ikatan aman ini, telah merasa aman dan bahagia bersama ibunya, mereka merasa akan tumbuh sebagai seseorang yang akan memiliki ikatan kuat dengan orang lain. Kebutuhan mereka yang memiliki ciri ini terpenuhi seketikasegera setelah mereka mengungkapkannya. Mereka merasakan pengakuan dari orang tua mereka untuk siapa mereka tumbuh dewasa. Pengakuan ini menciptakan keamanan dan kenyamanan batin tentang siapa mereka.

    Dalam hubungan asmara, mereka merasa aman dan percaya orang lain berada di sana untuk mereka pada saat dibutuhkan. Mereka mengakui individualitas dan kemandirian pasangan mereka tetapi, pada saat yang sama, dapat mengatakan 'Saya ingin kamu menjemput saya sepulang kerja' atau 'Saya merasa sangat sedih karena kucingmu sekarat. Ini mengingatkan saya pada seekor anjing yang tumbuh dewasa dan menjadi sakit. Saya sangat merindukannya.'

    Anxious preoccupied atau si penyita perhatian

    Mereka yang memiliki ciri ikatan ini dibuat untuk percaya bahwa kebutuhan mereka sebagai seorang anak tidak penting. Mungkin, kapan pun mereka marah atau terluka, ibu mereka menjauh dari mereka dan bukannya menghibur untuk menenangkan.

    Ini membuat mereka merasa tidak merasa aman ketika tumbuh dewasa. Mereka tidak pernah tahu bagaimana cara mengatasi emosi, yang akhirnya mendorong mereka untuk lari atau terlibat pada pertengkaran. Ketika mereka diajari bahwa emosi tidak penting, mereka menjadi takut pada dirinya.

    Jika kamu termasuk dalam ciri ikatan ini, saat dilanda gelombang kemarahan kamu cenderung tidak tahu bagaimana mengekspresikannya atau mengkomunikasikannya kepada orang lain, kamu menyimpannya rapat-rapat dibenak. Itu mengarah pada rasa kecemasan yang luar biasa karena pikiran berpikir bahwa kamu mencoba untuk melarikan diri dari emosi yang sangat berbahaya.

    Dismissive avoidant attachment atau si penghindar

    Seseorang yang memiliki ciri penghindar mungkin tidak memiliki emosional. Mereka yang dalam kategori ini menyangkal pentingnya orang yang mereka cintai dan membuat mereka merasa tidak dicintai dan kemudian mengabaikan mereka.

    Mereka juga menyimpulkan konflik tidak penting bagi kedewasaan hubungan.

    Fearful avoidant attachment atau si penakut

    Mereka yang memiliki ciri penakut, takut terjebak dengan perasaan ambivalen: mereka menginginkan cinta dan perhatian dari pasangan mereka tetapi takut membiarkan perasaan terlalu dekat.

    Mereka tentu menginginkan pasangan mereka tetapi mereka takut terlalu dekat dengan inti keintiman. Mereka berpikir bahwa intinya akan menyakitkan mereka dan mereka akan berakhir kecewa dan terluka. Mereka berusaha menghindari kekecewaan ini dengan 'melarikan diri' dari orang yang mereka cintai. Menghindari perasaan, pikiran, dan masalah hubungan adalah apa yang mereka lakukan.

    Cara mengatasi kecemasan hubungan

    Bahkan jika kamu dikecewakan oleh seseorang yang kamu cintai dan percayai, kamu bisa mengatasi ini. Ini bukan akhir dunia jika pasanganmu melakukan sesuatu yang menyakitkan. Kamu harus tetap melanjutkan hidup!

    Kamu dapat mengikuti tips di bawah ini untuk menjadi lebih baik dalam menjaga kecemasan hubungan kamu dan bahkan menumbuhkan kebahagiaan dan kepuasan.

    1. Ketahui bahwa kamu memiliki masalah

    Kamu memiliki kecemasan hubungan dan, dengan mengakui fakta ini, kamu akan kehilangan kebingungan yang telah kamu bawa selama bertahun-tahun. Kamu tidak akan lagi bertanya pada diri sendiri 'mengapa saya begitu buruk dalam hubungan?'

    2. Cari tahu apa ciri ikatan kamu

    Jika kamu adalah ciri penakut yang sering kali memiliki ketakutan berlebih, kamu mungkin ingin memikirkan cara menghadapi ketakutan hubungan kamu.

    Kembali secara mental ke masa kecil kamu dan ingat bagaimana hubungan kamu dengan ibumu. Apakah kamu senang bersamanya? Apakah kamu sering bermain dengannya? Apakah dia peduli pada kamu ketika kamu marah, takut atau sedih atau menghukum kamu karena menunjukkan emosi alamiah manusia? Simpan jurnal untuk mendokumentasikan kenangan ini.

    3. Tantang diri kamu

    Jika kamu cukup berani, tantang ciri keterikatan kamu dengan mencari pasangan dan teman yang sehat secara emosional.

    Nongkrong bareng dan mencoba terhubung dengan mereka. Bisakah kamu melakukan itu? Mengapa? Kenapa tidak? Bagaimana perasaan kamu selama tantangan ini?

    4. Cobalah memperhatikan

    Ketika kamu memiliki kecemasan dalam hubungan, kamu mengalihkan fokus kamu dari tubuh, kebutuhan, dan emosi kamu ke kebutuhan, pikiran, dan emosi pasangan kamu. Kamu khawatir tentang apa yang mungkin dia pikirkan tentang kamu atau kamu mencoba untuk tidak mengecewakan mereka sehingga mereka tidak akan meninggalkan kamu untuk orang lain.

    Daripada bersikap kodependen, menghabiskan lebih banyak waktu sendirian untuk menjadi mandiri. Carilah kelompok pendukung yang berhubungan dengan perilaku tidak sehat seperti kodependensi (jika kamu memiliki kecemasan hubungan, kamu mungkin kodependen) dan hubungan tidak sehat atau narsis.

    5. Biasakan bertanya pada diri sendiri setiap hari 'Bagaimana perasaan saya hari ini?'

    Apakah kamu sedang marah, gembira atau sedih tentang kejadian terkini dalam hidup saat ini? Jika kamu berada dalam hubungan yang kurang sehat, tanyakan pada diri sendiri bagaimana pendapatmu tentang pasanganmu? Apa intuisimu memberitahu tentang dia? Apakah kamu senang dengannya? Atau apakah kamu akan merasa lebih baik jika kamu sendiri?

    Gunakan jurnal untuk menandai perasaanmu dan membangun hubungan yang lebih positif dengan pikiran kita. Kamu juga dapat menggabungkan meditasi dalam jadwal harianmu untuk membuatmu lebih nyaman dengan perasaan yang sulit.

    6. Lebih baik lagi, mencari bantuan dari seorang terapis

    Mintalah bantuan dari seorang terapis yang berpengalaman dalam hubungan keluarga dan trauma. Dia akan tahu cara terbaik untuk bergerak maju dari tempat kamu sekarang.

    Kesimpulan

    Tidak mudah menangani kecemasan hubungan, apalagi dalam hubungan yang baru seumur jagung. Tetapi dengan belajar kecemasan, akan banyak membantumu meringankan beban mengganjal dari dada. Kamu dapat mengubah hidup kamu dengan memulai hubungan yang sehat dengan diri kamu sendiri sehingga kamu dapat berada dalam hubungan yang lebih sehat dan lebih bahagia dengan orang lain.

    Jangan takut mencari bantuan profesional untuk kekhawatiran kamu. Semua orang berjuang dengan masalah pribadi ketika berhubungan dengan hubungan. Mendapatkan bantuan adalah tkamu bahwa kamu menganggap serius masalah kamu dan ingin meningkatkan kualitas hidup kamu.

    Berikan kabar baik kamu setelah melakukan tantangan di kolom komentar. Bagikan juga cerita ini ke orang-orang yang mungkin dapat terinspirasi, dan kamu pun telah membantu mereka meningkatkan kualitas hidupnya.

     


  •  


Leave a Comment

Please Login to insert comment.